Vania bangun sekitar jam enam pagi dan membuka pintu. Dia terkejut karena Mahendra masih berada disana dan sekarang keadaannya pucat sekali. "Vania, akhirnya kamu keluar juga." Ucap Mahendra dengan senyum di bibirnya. "Baiklah, ayo masuk kedalam dan bicara." Ajak Vania. Mahendra dan Vania kini saling berhadapan dengan raut wajah yang serius. "Itu salah paham. Aku tidak punya hubungan lagi dengan Sherly. Waktu itu dia datang karena dia ingin kembali ke Sidney dan berpamitan. Aku memeluknya karena selama lima tahun, aku berjuang bersamanya di Sidney. Itu semua tidak lebih. Aku dan dia sekarang hanya berteman." Jelas Mahendra. "Bagaimana aku bisa percaya kalau itu bukan yang pertama kalinya aku memergoki kalian berpelukan dan bermesraan?" Tanya Vania "Percayalah padaku, Vania. Aku hany

