29 - Pengungkapan Rasa Maxel

819 Kata

  Synda mengira jika akan diajak mengobrol santai berdua di kafe yang terletak di lantai dasar gedung, nyatanya tidak. Ia justru diundang untuk datang ke apartemen. Jelas saja harus menerima karena tidak ingin menimbulkan kekecewaan. Yang akan mereka lakukan hanyalah berbincang sebentar sambil menikmati kopi buatan Maxel Erdon di ruang tamu. Dan, sudah hampir selama setengah jam mereka duduk di sofa. Namun, mereka belum terlibar percakapan yang panjang. Maxel lebih banyak mengajukan pertanyaan. Ia bertugas menjawab saja. Hanya tiga kali bertanya balik. Topik yang mereka bahas pun bukanlah sesuatu hal penting. Hal tersebut membosankan baginya. Tak menimbulkan ketertarikan yang lebih, sebatas teman. Harus diakui jika Maxel Erdon memiliki paras rupawan. Rahang wajah sempurna. Bentuk mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN