28 - Kecemburuan Alex

738 Kata

  Alexander langsung saja keluar dari kamarnya karena mendengar bel apartemen berbunyi. Menandakan tamu-tamu yang ditunggunya sudah datang. Hampir satu jam menanti. Dilangkahkan kaki dengan santai, tak perlu membukakan pintu. Baik, Synda maupun Barret sudah mengetahui sandi apartemen. Ia hanya perlu menyambut mereka berdua di ruang tamu. Beberapa meter lagi dicapai.  Alexander pun memasang senyuman lebar pada wajah. Memang terlihat seperti sebuah seringai. Akan dipamerkan nanti ke Synda. Ia sudah terbayang bagaimana reaksi wanita itu, ekspresi kesal dan delikan mata. “Hai, Kawan. Aku datang sendiri.” Alexander spontan lebih membelalak akibat tak melihat sosok mantan kekasihnya. “Kau sendiri? Di mana Synda? Apa yang terjadi?” “Hahaha. Kau kaget sekali, Kawan.” Alexander tidak menjawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN