“Aku dan mantan kekasihmu akan segera sampai di sana, Mr. Dominiq. Bersabarlah.” Terus dipandangi saudara sulungnya yang baru mengakhiri panggilan telepon dengan Alexander. Kemudian, lebih didelikan mata karena sang kakak memperlebar seringaian licik. Ia benci cara Barret mengejek. Sukses membuatnya menjadi tambah kesal saja. “Ingat jaga sikapmu. Jangan kau terus saja campuradukan hubungan kalian dalam pekerjaan dan juga bisnis. Kau mengerti, Adikku? Aku mengandalkanmu. Oke?” Synda memfokuskan pandangan ke arah angka di langit lift yang menunjukkan lantai hendak dirinya dan sang kakak akan kunjungi, tempat apartemen Alexander Dominiq berada. Tinggal beberapa menit lagi mereka berdua akan sampai. Banyak alasan kenapa dirinya tidak ingin mendatangi apartemen Alexander. Dan yang paling

