Anaknya

1322 Kata

"Mas Arkan." Dewi memelas dengan wajah penuh keluhan. Dia masih berharap Arkan masih mencintainya dan mau membebaskan dirinya dari polisi ini. Polisi yang menahannya membawanya mendekati Arkan dia baru saja mau memelas agar Arkan tergerak hatinya saat matanya mengenali orang yang ada di samping Arkan. Matanya membeliak begitu melihat gadis itu. "Wulan?" Tak percaya, Dewi berusaha menyangkal penglihatannya, namun wujud itu tetap tak berubah. Itu benar-benar anaknya. Flash back: Arkan memasuki ruangan bersama gadis itu. Di dalam sana sudah ada beberapa pria berseragam polisi dan juga dua orang dokter forensik. Mereka sepertinya menunggu kedatangan Arkan dan gadis itu, mengingat Arkan berlaku sebagai wali gadis itu. "Silahkan duduk, tuan Arkan." Kepala polisi mempersilakan Arkan untuk du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN