Ken menatap Jo dengan nanar. Bagaimana Jo bisa bertanya pertanyaan yang membuat hatinya terasa teriris, Ken tidak akan pernah membiarkan Jo menangis karenanya, ia tidak akan sanggup melihat wanita yang dicintainya itu bersedih. “Cintaku adalah embun pagi yang selalu hadir menjelang pagi, cintaku adalah adalah cahaya yang tidak terlalu terang tetapi sanggup menyinari hatimu. Begitulah cintaku... Aku tidak akan pernah sanggup melihatmu bersedih karenaku.” Ken tersenyum manis dan mengelus wajah mulus Jo. “Aku percaya pada cintamu Ken... Aku memutuskan untuk menikah denganmu karena aku yakin kamulah lelaki yang terbaik untukku. Bersama denganmu, aku yakin aku tidak punya waktu untuk menyesal,” ujar Jo sembari tersenyum manis. Ken memeluk tubuh Jo dengan erat dan mengecup puncak kepala wanita

