“Sudah selesai urusannya sayang?” tangan seorang lelaki memeluk Jo dengan posesif, membuat Jo mengalihkan pandangannya dari Jay. Jo tersenyum begitu melihat wajah Ken. Jo melirik Jay melalui sudut matanya, “Sudah,” ia tersenyum manis kepada Ken. Mereka berdua hendak berdiri dan meninggalkan Jay. Jay segera menarik tangan Jo membuat wanita itu menghentikan langkahnya. “Pembicaraan kita belum selesai Jo.” Ken menepis tangan Jay dengan kasar dan menatap lelaki itu dengan tajam, “Lepaskan tangan tunanganku, dia bilang urusan kalian sudah selesai berarti tidak ada yang perlu kalian bicarakan lagi!” Ken mengeraskan rahangnya, keduanya saling menatap dengan mata yang penuh amarah, mereka berdua menginginkan orang yang sama. “Kamu lelaki pengecut!” ujar Jay setengah teriak, ia mengepalkan tan

