Saat Cinta Tidak Harus Memiliki

945 Kata

“Berhenti… berhenti…” Margareth menggerakkan tangannya di udara. Taksi yang dihentikan oleh wanita itu, berhenti tepat di hadapannya. Dengan gerakan terburu-buru ia masuk ke dalam taksi. Gaun pernikahannya yang lebar membuatnya sedikit kesulitan masuk ke dalam taksi itu. “Gereja khatedral ya, Pak. Ngebut, nggak pakai lama,” ujar Margareth frustrasi. Supir taksi tersebut tersenyum ramah dan menganggukkan kepala. Margareth bernafas lega saat taksi yang ditumpanginya sudah mulai bergerak. ‘Bodohnya… kenapa bisa terlambat ke pernikahan sendiri,’ rutuknya dalam hati. Semalam suntuk wanita itu tidak dapat tidur nyenyak, menyebabkannya tidak dapat bangun awal untuk hadir ke pernikahannya sendiri. Margareth sebatang kara hidup di Jakarta, membuatnya tidak memiliki siapapun yang dapat membantuny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN