Arus sungai yang deras itu bisa dilalui oleh Kenzano sambil membawa serta tubuh Keisha yang sudah tidak sadarkan diri. Ketika sampai di tepi sungai, Kenzano segera membawa tubuh cewek tersebut di antara bebatuan besar yang berada di sana. Tubuh Keisha begitu dingin, sedingin hawa yang membelai tengkuk Kenzano saat ini. Bibir Keisha membiru. Amat sangat biru. Kenzano mulai diserang ketakutan. Cowok itu mengusap wajahnya untuk menghilangkan air yang masih setia membasahi wajahnya itu. Tak lama, Kenzano mulai menepuk pelan pipi Keisha, berusaha membangunkan cewek itu dari pingsannya. Tidak ada reaksi. Tidak ada respon. Keisha bahkan tidak bernapas. Cewek itu tidak bernapas untuk Kenzano. Tidak! Semua ini tidak boleh terjadi

