Nova duduk di dalam taksi seraya menangis sesenggukan. Air matanya tidak berhenti bergulir, wajahnya benar-benar pucat, pakaian yang ia kenakan pun basah kuyup, tubuhnya mulai menggigil. Hawa dingin terasa menembus helai demi helai kulit tubuhnya hingga serasa membekukan setiap persediaannya di dalam sana. Penampilan wanita itu amat sangat berantakan. Supir taksi yang sedang menyetir menatap wajah Nova dari kaca spion seraya menghela nafas panjang. "Anda tenang aja, Pak. Aku akan bayar lebih. Maaf, ini kursinya jadi basah gara-gara aku," ujar Nova, menyadari tatapan mata sang supir. "Baik, Mbak," jawab supir tersebut kembali menatap lurus ke depan. Perjalanan pun dilanjutkan bersama keheningan. Derasnya air hujan yang mengguyur kota mulai mereda menyisakan hawa dinginnya saja. Jalanan n

