SCENE 39 RUN

1183 Kata

Nah. Skak mat. Irgi dilawan. Hemmm aku tersenyum sendiri saat sekarang melihat Bulan langsung memberengut dengan malu. Kami akhirnya dipanggil dekan karena membuat kehebohan di perpustakaan. Dan Bulan benar-benar marah kepadaku. Padahal kan dianya yang bersalah. Yang menantang duluan siapa? Bulan terus menghindari ku sejak aku mengajaknya pulang. Di dalam mobil dia hanya diam, dan saat sampai rumah dia masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Aku tidak dibiarkannya masuk. Bulan itu lucu. Selalu seperti itu kalau sedang merajuk. Aku tidak malu mengatakan itu tadi. Biar seluruh dunia juga tahu kalau Bulan adalah milikku. Aku memang sudah gila sejak bertemu dengan Bulan.   Suara bel di pintu membuatku akhirnya mengalihkan pandangan dari televisi. Memutuskan untuk menunggu Bulan selesa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN