36. Serapuh Yang Lapuk "Assalamualaikum, Ammi, Biya. Dek Shaqi, ada?" Azra merapal saat membuka ruang tamu rumah ammi Ilham. Pintu terbuka lebar. Ekor mata Azra langsung melirik Ammi yang duduk di sofa tamu ditemani Biya Fazha dan secangkir kopi. "Wa'alaikumussalam. Mau ngapain Zra? Udah dibilang, ketemu nanti aja pas udah akad!" Tembak Ammi, tampak tajam pada Azra. "Ayah, biar Azra duduk dulu. Duduk Zra, tak buatkan minum," ujar Fazha, kemudian melengang masuk. "Anu ... Ammi, ada yang mau diomongin sama Dek Shaqi." "Soal opo?" "Soal ... Soal undangan, Ammi." Alibi Azra. Suaranya agak gemetar mendapat reaksi Ammi yang dikonfirmasi. Dia tahu, jika Ammi itu memang humoris, tapi sisi lain jiwanya tidak akan membiarkan orang yang disayangi terluka atau menjatuhkan airmata. Azra menaw

