37. Kenyataan Itu Aisyah tercenung-cenung. Perutnya terasa dijungkir-balik oleh kenyataan yang baru saja menyambangi rungunya. Ibarat telah terbang ke langit tinggi, tiba-tiba terhempas oleh angin kencang, berhasil jatuh menjadi kepingan remuk. Nyaris tak terwujud dihancurkan. Masih menyusut air yang mengaliri kedua pipi. Mata dan hidungnya memerah oleh tangis. Kata-kata dari dua orang yang paling berarti dalam arti, bak kilatan petir. Menghanguskan semua angan dan mimpi yang telah tertawan di hati. Allah. Bagaimana Aisyah akan menantang Ammar dan kedua orangtuanya saat dia tahu memiriskan hati. Apa nanti kata lelaki yang akan mengkhitbahnya itu. Aisyah tidak punya nyali untuk mengatasi kenyataan ini. Ammar adalah lelaki bernasabkan garis keturunan baik-baik. Sementara kakek juga berbi

