38. Kenyataan Itu (2) Rintik air jatuh menghiasi daratan. Gerimis yang menguarkan aroma sendu pahit ini, ibarat percakapan suasana hati Aisyah. Gadis itu mengayun langkah gontai menuju pesantren. Dengan diantar papanya, Aisyah ingin pamit pada Dewi dan beberapa sahabat di pesantren Al Istiqomah. Tempat ini telah memberi banyak kenangan manis disetujui selama beberapa waktu ini. Perjalanan hijrahnya dimulai dari tempat itu. Setitik nyeri menghinggapi batin Aisyah saat teringat di tempat ini juga memiliki tergores tentang pertemuannya dengan Ustaz Ammar. Aisyah mengalihkan raut Dewi yang sembab karena menangis, "Syah, kamu yakin mau pergi dari pesantren ini? Guyon, kan, Syah?" Dewi sesenggukan saat Aisyah memeluknya untuk pamit. Aisyah menggeleng, "Wallahi, Wi. Maaf ya, aku harus p

