21. Permintaan Buya Aisyah tidak fokus mengikuti pelajaran siang ini. Pikirannya berkecamuk akan bereaksi Ammar yang menurutnya sangat berlebihan. Memang kemarin lelaki itu sendiri yang mengatakan jika semua orang berhak mendapat kesempatan kedua. Kemarin Ustaz Ammar sendiri yang mengerti arti ikhlas dan sabar. Ah! Aisyah mendecak. Memang benar, teori dengan praktik terkadang bertolak belakang. Aisyah tidak menyalahakan Ustaz Ammar sepenuhnya. Mungkin lelaki yang membutuhkan harga diri dan nama yang terancam. Wajar jika masih menyimpan amarah. Namun Aisyah haqul yakin jika Ammar bukan tipe yang semena-mena, mungkin hanya sebatas login sesaat. "Syah, kok ngelamun?" Dewi Tegur yang duduk tepat di sebelah Aisyah. Aisyah cuma menggeleng sekilas. Siang ini kelas fiqih membahas tentang h

