30. Keyakinan Hati (3) "Kalau sekarang, aku yang mau ta'aruf, bukan karena permintaan Buya atau Abi, gimana Aisyah?" Aisyah tercenung saat mendengar kalimat Ammar. Apa telinganya tidak salah dengar. Lelaki itu mengatakan kalau dia sendiri yang ingin berta'ruf. Ah! Aisyah tidak bisa berpikir jernih saat ini. Dia cuma menggelengkan sepintas, dan itu menciptakan tanda tanya Ammar. "Kenapa Aisyah? Apa itu artinya kamu menolak?" Sontak Ammar terkejut. "Aku belum mengatakan apa-apa, Ustaz. Bukankah kemarin aku sudah jelaskan, apakah aku perlu waktu untuk berpikir?" Kali ini Aisyah yang mengerutkan dahi, bingung dengan mengingat Ammar, "Afwan Ustaz, apakah boleh aku tahu, mengapa Ustaz berkeras ingin aku menerima? Bagaimana Ustaz bisa mencari yang lain, yang lebih baik dari saya." Aisya

