27. Beriringan Aisyah pagi ini rencananya akan pamit pada abi dan ummi Ammar. Bakda subuh dia sudah memutuskan ingin kembali ke pondok. Tidak perlu menunggu Ammar menunggu. Dan, ya, lelaki itu belum menampakkan batang hidungnya sejak datang dari masjid subuh tadi. Ammar kembali pindah kamar. Aisyah berpikir, dia tidak ingin merepotkan Ustaz Ammar. Tidak masalah jika harus memesan taksi secara online atau meminta angkutan papanya, dan tentu saja sebelumnya dia akan membayar ponsel Shaqi atau ummi, untuk menelpon. Karena tinggal di pesantren Aisyah tidak memegang ponsel. Rumah ini terasa sangat menarik. Aisyah seperti enggan pindah dari sini. Pengalaman yang tidak akan pernah dia lupakan. Seperti berada di tengah-tengah keluarga besar. Lebih dari itu jika mempertimbangkan tentang ummi. A

