“Tunggu!” seru Talita begitu dia bisa mengejar Aska. Aska terpaksa menghentikan langkah kakinya, menoleh ke sumber suara yang memanggilnya, wajahnya masih terlihat sangat datar hingga membuat Talita semakin geram. “Ada apa?” ucap Aska tanpa ekspresi. Talita melongo. “Ha …?” Gadis itu menghela nafas sebentar, mengontrol emosinya yang hampir saja meledak. “Ada apa?!” Talita mengulangi pertanyaan Aska. “Lo itu sengaja ya?! Apa maksud sikap lo tadi?!” kesal Talita. Aska menghela nafas, dia sudah bisa membaca apa yang tengah dipikirkan Talita tentang dirinya. “Kamu salah jika aku ke sini karena ngikutin kamu atau aku mau mengekang karir kamu.” Lagi-lagi Aska mengucapkannya dengan nada yang cukup datar. Talita cukup terkejut dengan jawaban Aska, heran saja kenapa manusia satu di depannya ini

