“Woi! Ngapain senyum-senyum sendiri!” Talita menoleh, ternyata Karina sudah berdiri di belakangnya, gadis itu manyun, kelihatannya cukup kesal dengan ulah Talita tadi. “Idih … siapa yang senyum? Kurang kerjaan!” Karina maju, langsung memegang muka Talita, mengamati muka Talita dengan seksama. “Ini namanya bukan senyum?!” Talita langsung menepis tangan Karina. “Nggak usah songong!” Karina tersenyum. “Cie … CLBK!” “Ngaco, lo!” kesal Talita. “Heleh, Gue udah perhatiin muka lo dengan seksama, nggak usah ngeles!” Karina tidak mau kalah. “Mana ada! Gue cuman seneng aja dia ternyata nggak ikut campur pekerjaan gue.” Talita berusaha menutupi perasaannya. Dia juga tidak ingin terpengaruh lagi dengan pesona seorang Aska. Karina tersenyum, sengaja menoel dagu temannya. “Balikan lagi juga ngg

