“Oke!” Adel tiba-tiba bersuara. “Oke apanya, Ma!” sahut Aron. Adel menghela nafas, menatap kesal ke arah Aron. “Ya oke rencanya!” “Ya udah, untuk seserahan biar mama kalian yang atur. “ Alvin menatap serius ke arah Aska. “Papa hanya berpesan sama kamu, tolong jangan sia-siakan Lita untuk yang kedua kalinya, apapun perlakuan Lita ke kamu nantinya, kamu harus bersabar dan kuat.” Aska mengangguk. “Pasti, Pa. Setelah menikah nanti, aku pastikan Lita akan menjadi wanita yang paling bahagia,” ucap Aska tulus. Aron menepuk pundak Aska. “Gue dukung lo!” “Akhirnya ... Lita jadi mantu mama!” Adel mengucapkannya dengan penuh semangat. Aska, Aron dan juga Alvin tersenyum, entah kenapa ... melihat senyum bahagia di wajah Adel cukup membuat mereka ikut merasakan kebahagiaan yang Adel rasakan. Mer

