Alfa sama sekali tidak kehilangan akal ia mendatangi Nial, ia akan memberi tahu Nial jika Ema adalah wanitanya. Urusan Nial akan percaya atau tidak Alfa tidak peduli yang pasti Alfa akan mengurusnya belakangan. “jadi apa tujuanmu datang?” tanya Nial tanpa basi-basi. “well, ternyata kau bukan type orang yang berbasa-basi rupanya” jawab Alfa menyesap kopi yang disediakan sekretaris Nial. “katakan!” “kalau kau memaksa maka akan memberi tahumu, jauhi Ema” “ck” jawab Nial geleng-geleng kepala, betapa bodohnya sekertaris barunya memasukan salah satu penggemar Ema kekantornya. “aku serius, aku adalah tunangannya. Sebentar lagi kami akan menikah” “kalau itu yang mau kau katakan, kita selesai. Aku permisi” ujar Nial meninggalkan Alfa yang masih menikmati kopinya. “sepertinya bakalan seru” u

