Miko membimbing Ibunya keluar dari bandara, ia menatap sekitar. Medan, Kota yang akan Ia tinggali bersama Ibunya. Ia dan ibunya akan menyesuai diri disini dan bekerja keras untuk bertahan lebih lama bersama ibunya. Miko sangat berterima kasih pada Ema yang sudah menolongnya dua kali, ah mungkin itu kata sayang salah tepatnya ia sangat berterima kasih pada Ema karena telah memberinya kehidupan kedua dan ketiga untuk terus bersama ibunya. Flashback! 6 tahun yang lalu. “IBU! TIDAK!” teriak Miko menghampiri ibunya yang sudah terbaring ditengah jalan. Ia menangis meminta ibunya untuk terus membuka matanya. Banyak yang melihat tanpa membantu, mereka hanya menelpon ambulance padahal Miko sudah minta tolong untuk membawa ibunya kerumah sakit. Alih-alih membantu tidak ada yang peduli dengan kond

