Ema membuka matanya, ia memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Dan sialnya Ema sama sekali tidak ingat apa yang terjadi padanya, ingatannya hanya pada paket anak kucing berdarah beserta surat dari pria obsesi pada dirinya, Alfa. Ema mengetahui siapa itu Alfa hanya sebatas tahu saja tidak lebih yang lebih mengetahui tentang Alfa adalam Ami alter-egonya. Tangan Ema terasa keram, ia ingin membebaskan tangannya dari beban yang membuat tangannya keram. Ketika ia melihat Nial yang sedang tidur dengan berbantalan tangannya Ema membiarkan Nial untuk tetap tidur, lalu mata Ema tertuju pada Dante yang sedang menatapnya. Ema meletakan jari telunjuknya dibibir. “sssttt” Dante mengangguk mengerti lalu mendekati ema. “bagaimana keadaanmu? Apa yang kau butuhkan? Air? Makan?” tanya Dante tanpa

