Malamnya Ema meminta Nial untuk membawanya pulang karena ia merasa bosan di rumah sakit dan Ema tidak menyukai bau obat. Awalnya Nial menolak dan entah yang merasuki Ema sehingga ia menjadi manja membuat Nial sulit untuk menolak Ema. “dengan satu syarat, pulang kerumahku” Ema menganggukan kepalanya, ia setuju lebih baik kerumah Nial dari pada ia dirumah sakit. Paginya ketika Ema selesai mandi dan sudah berpakain ia tidak menemukan Nial ditempat tidur, ia mencari Nial kebawah. Saat berada dianak tangga kedua teratas ia mendengar dentingan piano. Ah, prianya itu selalu tau cara membuatnya bahagia dan merasakan hal romantis. ‘sial’ Ema menggerutu kesal karena ia tidak bisa berlari turun kebawah karena kakinya masih sedikit ngilu. Ema tersenyum ketika ia berhasil datang kepada Nial, ia su

