Empat puluh tujuh

501 Kata

“kau?” tanya Ema mengerutkan keningnya, bukan Nial yang menjemputnya melainkan sekretarisnya. “saya Miko asisten pak Danial, saya yang menjemput nona karena pak Danial ada urusan dikantor” jelas Miko membuat Ema mengangguk mengerti. Ema membuka pintu belakang. Miko menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, sedangkan Ema ia mulai merasa bosan dan membuka sosil media di ponselnya melihat onlineshop, mana tau ada yang menarik hatinya. Ema menatap sekelilingnya, jalan yang diambil oleh Miko bukanlah jalan menuju kantor Nial. Ema masih berpikir positif mungkin saja Miko ingin lewat jalan lain atau memang dia salah jalan karena yang ia tahu Miko orang baru dijakarta. Toh, nanti jika Miko menyadari jika dia telah salah jalan maka Miko akan bertanya padanya. “permisi, Miko?” panggil Ema pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN