“kau?” tanya Ema mengerutkan keningnya, bukan Nial yang menjemputnya melainkan sekretarisnya. “saya Miko asisten pak Danial, saya yang menjemput nona karena pak Danial ada urusan dikantor” jelas Miko membuat Ema mengangguk mengerti. Ema membuka pintu belakang. Miko menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, sedangkan Ema ia mulai merasa bosan dan membuka sosil media di ponselnya melihat onlineshop, mana tau ada yang menarik hatinya. Ema menatap sekelilingnya, jalan yang diambil oleh Miko bukanlah jalan menuju kantor Nial. Ema masih berpikir positif mungkin saja Miko ingin lewat jalan lain atau memang dia salah jalan karena yang ia tahu Miko orang baru dijakarta. Toh, nanti jika Miko menyadari jika dia telah salah jalan maka Miko akan bertanya padanya. “permisi, Miko?” panggil Ema pada

