Ema melajukan mobil nya dengan kecepatan diatas rata-rata, ia baru saja mendapat telpon jika Sari masuk rumah sakit. Seseorang menelpon nya katanya mobil yang Sari kendarai menabrak pohon. Ema memarkirkan mobil nya asal, ia tidak peduli jika nanti mobil nya ditabrak oleh mobil lain nya karena Ema memarkir mobil nya asa. Yang ada dipikiran Ema saat ini hanya kondisi Sari, hanya itu. Ema berlari dengan jantung berdetak kencang, dalam hati Ema berdo’a semoga Sari baik-baik saja. Ema berhenti didepan ruang UGD tempat dimana Sari sedang diperiksa oleh dokter dan tak lama kemudian Nial datang menyusul Ema, jantung nya hampir berhenti ketika menyusul Ema dengan kecepatan tinggi, Nial sangat khawatir terjadi apa-apa pada Ema. Nial mengantur nafas nya lalu memegang kedua bahu Ema. “kau! Sekali la

