"Kenapa, Han?" "Hana? Kamu kenapa?' Pertanyaan dari dua bersaudara yang duduk di dekatnya tak dihiraukan Hana. Wanita yang belum benar-benar bisa terlepas dari bayang-bayang cinta masa lalunya itu, masih fokus menatap ke arah pelabuhan yang telah berada cukup jauh di belakang mereka. "Hana!!!" Baru ketika mendapat tepukan di pundaknya lah, Hana tersadar. "Eh, i-iya, Mbak." Hana menatap Anggi dengan tatapan bingung. Dia seperti orang linglung. "A-ada apa, Mbak?" tanya wanita itu kemudian. "Kamu yang kenapa, Han? Dari tadi kamu melamun? Memangnya kenapa? Kamu lihat apa di pelabuhan? Ada orang yang kamu kenal? Atau kamu lihat hantu?" tanya Anggi bertubi-tubi. Bukan sekedar menginterogasi, Anggi pun, seolah sengaja menyinggung-nyinggung soal makhluk astral, karena tahu bahwa Han

