"Ada apa, Pak?" Kepala desa yang berada di belakang Adam ikut menghentikan langkah. Dia amati raut wajah pria itu, sebelum mengikuti arah pandangnya. "Kata anda, di sini sangat kekurangan makanan, tapi ..., sepertinya anak-anak di sana makan dengan sangat baik." Tunjuk Adam pada segerombolan anak yang tengah menyantap sepiring nasi, beserta lauk-pauknya dengan sangat lahap. Menyadari hal itu, kepala desa lantas menggaruk tengkuknya yang tak gatal. 'Memang tak salah, apa yang Adam katakan. Siapa pun, yang melihat kejadian ini juga pasti akan berpikiran sama seperti pria itu.' 'Mereka pasti berpikir kalau dia sudah berbohong.' "Mereka diberi makan, Pak. Lebih tepatnya, mereka sering meminta makan kepada pemilik rumah itu," jawab sang kepala desa. "Kenapa bisa begitu?" tanya Adam pe

