"Jangan bercanda, Mbak! Mana mungkin Mas Bima bisa suka sama saya." Hana buru-buru mengusap air mata setelah mendengar pernyataan itu. Rasa kaget mengalahkan rasa sedihnya. 'Yah ..., Bima memang selalu bersikap baik kepadanya. Pria itu juga kerap memberikan bantuan, tapi ..., ah, itu kan, karena Bima memang tipe pria penolong. Dia baik pada semua orang. Jadi, tidak mungkin kalau Bima memiliki perasaan kepadanya.' Hana yakin itu. Setidaknya begitu, sebelum .... "Saya serius, Hana. Mana mungkin saya berbohong tentang hal-hal seperti ini," balas Anggi kukuh. "Kak Bima memang benar-benar punya perasaan untuk kamu. Masa kamu enggak sadar?" "Atau kalau kamu enggak percaya, coba perhatikan betul-betul gimana sikapnya nanti. Setelah itu, kamu pasti percaya sama apa yang saya bilang." Setel

