Rani berlutut di hadapan kedua orang tuanya dengan berderai air mata, meminta maaf dengan segenap hati akan semua kesalahan-kesalahannya. Air mata yang tidak bisa ia bendung jika mengingat semua kesalahan-kesalahan dan dosa-dosanya. Sama seperti Rani yang berurai air mata, orang tuanya pun begitu. Anak yang telah mereka besarkan dengan sepenuhnya kasih sayang kini bukan lagi tanggung jawab mereka. Anaknya telah dewasa tanpa terasa, ternyata waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin Rani adalah putri kecil mereka yang mereka gendong dengan penuh manja. “Mi, maafin Rani. Terlalu banyak dosa-dosa Rani namun Umi masih begitu menyayangi Rani. Ini semua berkat do’a Ummi dan Abi hingga Rani bisa pada jalan yang baik seperti sekarang ini. Andai Ummi tidak penuh kasih dan tidak suka mendo

