"Mas aku udah siapin makan malamnya, mau makan sekarang atau nanti?" tanya Rani pada Sholeh setelah sholat berjamaah berdua di kamar. Sepulangnya dari cemoohan ibu-ibu tadi air mata Rani terus turun tiada henti, menyebabkan kelopak matanya mengembang dan wajah sembab hingga sore. Suaminya sempat bertanya mengapa wajahnya sembab, namun ia tidak mau menjawab, memilih terlelap dalam dekapan suaminya yang hangat. "Sekarang aja," jawab Sholeh dengan senyuman. Senyuman suaminya seperti penguat di tengah badai yang sedang melanda hidup Rani. Badai itu kapan saja bisa menghancurkannya, melumat habis kebahagiaannya hingga tiada tersisa. "Masih belum mau cerita kenapa tadi kamu nangis?" tanya Sholeh sembari intens memandang wajah istrinya yang kini telah mengambilkan nasi untuknya. "Siapa yang n

