Kejujuran

1332 Kata

"Bi, boleh Sholeh bicara?" ucap Sholeh dengan wajah serius sepulangnya keluarga mereka ke rumah masing-masing. "Iya, Abi juga kebetulan ada yang mau dibicarakan sama kalian," sahut Abinya. "Kita bicara di sana saja," Yai Hasbi menuju sofa, Ummi Nisa mengikuti dari belakang. Sholeh dan Rani juga membuntuti di belakang. Yai Hasbi pun duduk di sofa, yang lainnya mengikuti. Fatih merasa tidak perlu mendengar pembicaraan serius seperti ini, jadi ia lebih memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. "Silahkan Sholeh, apa yang ingin kalian bicarakan!," Yai Hasbi memulai duluan. "Sholeh mau cerita Bi, sama Ummi juga," ucap Sholeh. "Sholeh sebelum bertemu dengan Rani dulunya sudah sering memimpikan jika Rani adalah jodoh Sholeh, padahal saat itu baik Rani atau Sholeh belum saling kenal satu sama l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN