Lamaran

1628 Kata

Mendengar pernyataan Sholeh yang ingin melamar seorang gadis, orang tuanya tidak mau menunggu hingga minggu depan. Mereka pun memutuskan untuk datang keesokan harinya demi melamar gadis yang dimaksud oleh Sholeh. Dengan telah memberitahukan terlebih dulu terhadap keluarga Rani di kampung. Mereka pergi pagi-pagi sekali, bahkan Alex yang berencana untuk melakukan pengintaian hari ini belum beranjak dari tempat tidurnya. Tapi mereka satu rombongan telah berangkat. “Gimana rasanya udah mau nikah? Cedag cedug kenceng ngak jantungnya, atau udah berasa mau copot?” adiknya Fatih tersenyum girang menggoda Sholeh yang tengah berkeringat karena gugup. Bahkan bulir keringat itu mengalir deras dari dahinya meskipun AC mobil menyala kencang. “Kamu ngak bakal tahu kalau belum berada di posisi saya sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN