Permata?

1112 Kata

Charlotte dan Kate saling bertukar pandangan. Sepertinya apa yang mereka pikirkan saat ini adalah hal yang sama. “Bisa kau tunjukkan di mana kamu menemukan batu-batu cantik ini, adik kecil?” pinta Charlotte kepada gadis kecil itu. Gadis kecil itu mengangguk mengiyakan. Dengan langkah yang hati-hati, mereka berjalan. Ketiganya berjalan mengendap-endap melewati tepian sungai yang masih kering. Banyak batu besar di sepanjang sungai yang mengering itu. Sungai itu sepertinya memang disengaja untuk dihalangi laju airnya. Sehingga air sungai itu mengering dan desa menjadi tandus. Setelah berjalan melewati beberapa berbatuan besar, ketiganya sampai. Mereka melihat tumpukan batu yang berkilau tak jauh dari tempat mereka berada. “Luar biasa!” Seru Kate. “Jangan berisik dulu. Takut ada orang ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN