TALAK

2342 Kata

Di agensi Dita siang ini, Faisal menemui perempuan itu yang kebetulan tidak ada jadwal pemotretan. Dengan senyum manis dan palsunya, Dita menyambut kedatangan Faisal yang berwajah kusut masai. “Hey, Sayang…,” sambut Dita dengan tangan terulur, hendak memeluk Faisal, tetapi laki-laki itu menolak dengan halus. Wajah Dita cemberut melihat reaksi Faisal. “Bisa kita bicara?” “Tentu saja bisa. Mau di mana? Di rumahku atau di rumah kamu? Toh, bentar lagi rumah itu bakal jadi rumahku juga, ‘kan? Setelah kamu  cerai sama perempuan kampungan itu.” Faisal menghela napas berat. Sejujurnya dia sangat kesal. Namun, dia memendam kekesalannya dan mengajak Dita duduk di salah satu kursi yang terdapat di sudut lobi agensi. “Namanya Sekar kalau kamu lupa.” Faisal mengingatkan setelah keduanya duduk. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN