Malam sudah mulai larut ketika Faisal meninggalkan rumah Dita. Jika dulu Faisal akan dengan senang hati berada di rumah besar dan mewah itu, kini tidak lagi. Laki-laki itu sejujurnya kesal karena Dita demikian kolokan dengan menahannya pulang sampai perempuan itu tertidur. Faisal bersyukur saat akhirnya perempuan itu tertidur usai meminum obat dari rumah sakit. Merasa letih, Faisal langsung merebahkan tubuhnya. Apartemen yang ditempatinya ini begitu sepi. Biasanya dia sering mendengar dendang kecil dari mulut Sekar. Dendang langgam yang biasa mengiringi perempuan itu menari. Bahkan pernah suatu malam, tanpa Sekar sadari, Faisal melihat perempuan itu menari sendirian di ruang tengah mereka yang tidak luas. Kala itu Faisal hanya mengintip dari pintu kamarnya yang sedikit terbuka. Mungkin Se

