RAHASIA (2)

2206 Kata

“Ema, kamu bisa anterin aku ke bandara?” Sekar menghubungi Ema dengan nada tergesa-gesa dan terdengar sangat panik. “Bandara? Ada apa, Sekar? Kenapa buru-buru? Bukannya ada Mas Faisal?” “Ceritanya panjang, Ema. Yang pasti, aku harus ke bandara dan kembali ke kotaku sekarang.” Sekar langsung menutup teleponnya dan mengemasi beberapa potong pakaian yang sekiranya dia perlukan. Telepon dari Bulik Aning tadi membuatnya sangat panik. Setelah kepergian Faisal, beberapa menit kemudian, telepon genggam Sekar berdering. Begitu Sekar menerima telepon tersebut, Bulik Aning, si penelpon, memberi kabar bahwa Bu Rahmi sedang berada di rumah sakit. Hal tersebut semakin melengkapi kesedihan Sekar pagi ini. Memikirkan Faisal adalah hal kedua yang akan Sekar lakukan, karena sekarang dia harus pulang ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN