LURUH

3799 Kata

Jika dulu Faisal tak percaya bahwa menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, kini laki-laki itu merasakan sesuatu yang lebih dari sekadar membosankan. Karena menunggu kali ini adalah pekerjaan yang menyakitkan. Sudah setengah jam berlalu. Namun, dia masih berada di depan ruang operasi, setelah dokter memutuskan Sekar harus segera dioperasi. Kali ini dokter memberi pilihan siapa yang harus diprioritaskan untuk diselematkan. Sekar atau bayinya. “Selamatkan keduanya, Dok. Tolong,” kata Faisal, usai menandatangani surat pertanggungjawaban dan segala risikonya. Ia pun telah membayar segala urusan administrasi operasi dan perawatan Sekar. “Kami akan mengusahakan yang terbaik, Pak.” Faisal mengangguk dengan menyandang tas tangan milik Sekar yang tadi tertinggal. Dengan langkah lesuh, laki-l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN