DARAH YANG MENGALIR

2643 Kata

Faisal merasa kepalanya sesak oleh rasa pusing yang hebat. Namun, bukan karena alkohol sialan yang ditenggaknya semalam yang membuatnya sepusing itu. Ingatan akan kondisi Sekarlah yang membuat pikirannya kusut. Di depan cermin, Faisal menyugar rambutnya yang sedikit kusut setelah membasuh wajah. Mata laki-laki itu masih memerah saat berjalan dan menghempaskan diri di atas ranjang. Kejadian kemarin kembali berkelebat, memenuhi kepala Faisal hingga ia ingin berteriak. Lalu, dia teringat ibunya. Faisal ingin tahu mengapa ibunya tidak mengabari soal Sekar yang sudah menikah lagi dan bahkan sekarang sedang dalam keadaan hamil. Dia langsung menyambar ponsel dan menghubungi nomor ibunya.  “Halo?” Suara Bu Ratri terdengar dari seberang telepon. “Ibu, apa kabar?” “Sal? Ibu baik-baik saja, Nak. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN