DUA RAHASIA YANG TERBUKA

2312 Kata

Kembali dari Jakarta dengan hidup yang hancur berkeping, kondisi Sekar sempat mengalami down selama  beberapa hari. Dia mengurung diri di rumah, tidak berangkat kerja untuk memberi les privat pada Melati. Bahkan dia seringkali lupa makan karena pikirannya yang kosong. Bukan karena tak ada makanan. Pembantu yang dikirim Bulik Aning, justru selalu rajin memasak. Namun, entah mengapa selera makannya seolah lenyap begitu saja. “Njenengan terlihat pucat, Non.” Bi Atun berucap polos ketika pagi ini Sekar duduk di kursi makan dan minta dibuatkan teh rebus. “Masa iya, Bi?” Sekar menyahut asal. “Iya. Beneran. Non juga kelihatan kurusan sekarang.” Sekar hanya tersenyum hambar. “Atau masakan yang saya masak rasanya kurang enak?” Bi Atun bertanya lagi. “Ndak kok. Masakan bibi enak. Nanti kalau s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN