Bab 1 : Kem(Bali) dan Pertemuan Pertama
Apa yang kalian bayangkan tentang pagi hari di hari minggu? Mendekam di rumah dan meringkuk di bawah selimut? Ya, itu yang Grace harapkan juga, tapi sayangnya minggu pagi nya kali ini harus ia habiskan untuk mengemas semua isi kamarnya.
“Grace, cepetan, keburu macet ntar ketinggalan pesawat!” Teriak seorang wanita paruh baya dari lantai pertama. Itu adalah mamanya, yang pastinya juga sedang riweh, terdengar jelas teriakan menggelegar mamanya memarahi sang papa dan kakak laki-laki nya.
“Iya maaa!” sahut Grace juga dengan berteriak, sambil cepat-cepat menarik 2 kopernya untuk turun kebawah, sebelum mamanya murka.
Grace POV
Hai, gue Grace, Kadek Gracia Baneswari. Iya, gue orang Bali, keliatan banget kan dari nama gue. Gue lahir dan besar di Jakarta, kedua orangtua gue asli Bali, dan mereka pindah ke Jakarta sejak kakak gue berusia 4 tahun. And you know what? Hari ini adalah hari dimana gue akan balik ke Bali karena papa mutusin buat resign dari pekerjaannya dan memutuskan untuk mengelola bisnis tour travel dan villa kakek gue yang ada di Bali.
“Ayo Grace, cepetan! Pah, Bisma ayo buruan! Mama gak mau ya kalo sampe kita kejebak macet trus ketinggalan pesawat”
Yaps, itu mama gue. Dia adalah orang ter-excited yang harus ngebuat kita sekeluarga bangun jam 3 pagi demi bisa on the way jam 4 pagi, yang lebih nyebelin lagi flight kita tuh jam 9.
“Maaa, please deh, ini tuh bahkan belum jam 4, mata Bisma masih belekan nih”
Itu kakak gue, Bisma. Seperti biasa, dia bukan morning person. Bangun jam 7 aja susah, apalagi jam 3.
Sedangkan papa gue, dia duduk santai di sofa ruang tamu, sambil memperhatikan keributan yang sebenarnya udah jadi makanan nya sehari-hari. Maklum, keluarga gue emang gedebak-gedebuk parah.
@Soekarno Hatta Airport
Grace beserta keluarganya akhirnya sampai di bandara pada pukul 6, Grace sudah membayangkan hari-harinya yang menyenangkan di Bali, ke pantai, liat sunset, chill di pinggir pantai sambil minum kelapa muda, nikmat mana lagi yang kau dustakan.
“Duhh gue kebelet lagi” Batin Grace sambil celingukan mencari letak toilet “nah tuh dia” batinnya lagi, sambil segera berlari kearah toilet
“AAAAAAAAA!”
“AAAAAAAAAAAA!”
Teriak grace dan laki-laki tak dikenal yang juga sedang berteriak di hadapannya saat ini
“Lo ngapain, mau m***m ya lo?!” Todong Grace ke laki-laki itu
“Yang ada, gue yang harusnya nanya, lo ngapain masuk toilet cowok, gila ya lo!” Balas laki-laki itu
Grace terdiam, mukanya memanas, ia yakin saat ini wajahnya sudah merah padam menahan malu.
“Anjir, malu-maluin. Grace, sumpah lu t***l banget” Rutuk Grace dalam hati
“Heh!” Demprat laki-laki itu “malah bengong lagi, sana pergi. Lo mau kita di grebek” lanjutnya.
Menyadari hal itu, Grace langsung berlari menuju pintu dan masuk ke toilet perempuan, sambil tetap merutuki hal bodoh yang baru saja ia lakukan. Untung aja masih pagi, belum ada banyak orang yang menunggu di gate tersebut. Jujur saja, niat buang air kecil yang tadi udah sampai di tahap urgent, sekarang serasa masuk lagi.
“Dia di gate yang sama, berarti mau terbang ke Bali juga?” Pikir Grace dalam hati “jangan sampe gue ketemu lagi sama dia, malu berat gue” Doa Grace dalam hati.
To be continue……