Conspiration

1739 Kata
Sepanjang perjalanan ke mansion, Marcel tak berhenti kesal karena terus saja memikirkan soal Ares yang sudah dibebaskan Mikaela dengan semudah membalikkan telapak tangan. Ia masih ingin melihat pria yang sudah berani merendahkannya hampir setahun yang lalu masih meringkuk di balik jeruji besi. Hukuman yang diterima Ares bahkan belum sampai satu tahun dan pria itu sudah bebas saja dengan bantuan Mikaela yang masih berstatus sebagai istrinya. “ Kaela, sudah tidak ada lagi alasan bagiku untuk bersama denganmu!” gumamnya kesal lalu mempercepat laju mobilnya menuju ke mansion keluarga Buana. Tak lama, sampai lah dia ke kediaman keluarga besar mereka. Marcel masuk dan langsung disambut oleh sang ibu. Dia kemudian mengalihkan perhatiannya dan mendapati Michelle yang sedang sangat tenang mengurus Rose yang juga adalah keponakan dari Marcel. Dia bisa tebak, kalau Michael dan Michelle sudah pulang lebih dulu. “ Nak, kamu makan malam dulu ya? Pasti hari ini cukup melelahkan dengan berakting sebagai menantu keluarga Djuanda yang sialan itu kan? Kamu dan Mikaela memang akan segera bercerai juga. Soal Selena, Mama harap kamu bisa bawa dia ke sini sebagai putri dari keluarga Buana seperti Rose.” Ribka berkata sambil menyiapkan makan malam putranya. Marcel hanya mendesah kesal lalu menatap tak berminat pada makan malamnya. Dia teringat, kalau kematian dari mertuanya itu juga adalah kesalahannya, walau dia sama sekali tidak berbuat. Marcel menyesal, tapi dia sama sekali tidak mau buka mulut dan lebih memilih membersihkan namanya. “ Kak, sepertinya belakangan ini kau terus saja kacau ya? Perusahaan akan aku tangani sampai kau resmi bercerai. Aku tidak mau kalau sampai semuanya kacau seperti keadaanmu sekarang,” kata Michael yang duduk di hadapannya. “ Terima kasih untuk bantuanmu, adikku.” Hanya itu yang bisa dikatakan oleh Marcel sambil meneguk segelas air mineral lalu beranjak pergi ke kamar. Dia sama sekali tak terpikir untuk makan malam karena tak selera sama sekali. Dia duduk di ranjangnya sambil melihat figura foto keluarganya saat bersama Mikaela dan Selena. Marcel mendengus kesal sambil menutup figura itu. Bagi Marcel, semua ini memang sudah berakhir. Tidak ada kisah lagi di antara dia dan Mikaela. “ Naasnya kisah cintamu, Marcel! Dan soal ayah mertua, maaf aku tidak bisa menolongmu karena tak aku tidak mau bermasalah kedepannya. Kedua anakmu pasti akan terus menyudutkanku, padahal kau yang ceroboh!” monolognya sama sekali tak merasa kalau kematian Adinata adalah kesalahannya. Seakan, dia sembunyi tangan atas apa yang terjadi semalam. Memang, keluarga Djuanda belum mengusut kasus ini. Walau pun diusut, Marcel sudah membuat persiapan yang matang! ‘ Drrtt! Drrtt!!’ Ponsel milik Marcel berdering. Dia meraih ponsel di dalam saku jasnya dan melihat sebuah pesan dari nomer yang tidak dikenal. Ingin rasanya dia mengabaikan pesan anonym itu. Tapi dia melihat tulisan yang tersemat ancaman di dalamnya. ‘ Kau akan menyesal jika tidak membukanya’ Marcel membukanya dan langsung ada kiriman video. Saat memutar video itu, Marcel langsung membelalakkan matanya dan melempar ponselnya dengan sembarang. Marcel merasa terkejut, karena ternyata semalam ada orang lain yang melihat semuanya. “ Tidak! Kenapa ada orang lain? Aku sudah suruh bawahanku untuk menyelesaikan semua ini dan bahkan tak ada siapa pun di sana semalam! Tapi-“ Marcel terdiam, karena teringat ada suara ponsel berdering ketika dia akan menolong Adinata. Suara ponsel seseorang yang mengalihkan perhatiannya malam itu. Dia yakin, pasti orang itu yang sudah berani mencari masalah dengannya. Sayang sekali, Marcel tidak bisa menebak dan mencari tahu. Karena dia sudah menghapus habis semua rekaman di hari itu. Marcel tak mau ada yang tersisa. “ Marcel?” Suara sang ayah sontak mengejutkannya. “ Papa? Ada apa?” tanya Marcel kepada sang ayah dengan nada sesantai mungkin. Dia tidak mau terlihat seperti seseorang yang baru saja melakukan pembunuhan dan menyembunyikannya. Dia merasa tak terlibat sama sekali dan sangat yakin soal itu. “ Ada berita baru yang sangat menarik di dunia bisnis. Sebuah fakta yang mengejutkan mengenai semua aset yang dimiliki oleh Ares Pratama.” Elmand langsung menjawab pertanyaan putranya. “ Kenapa Papa membicarakan orang itu? Aku sedang tak ingin mendengar namanya!” kesal Marcel tapi membuat Elmand menyeringai lalu duduk di sebelah putranya. “ Semua harta milik Ares dia samarkan atas nama William Simon. Dan kamu tahu siapa sekarang ahli waris dari semua itu?” tanya Elmand langsung membuat Marcel terbelalak. Dia pernah ingat membicarakan soal warisan yang ditinggalkan oleh William kepada istrinya. “ Mikaela ?” tanya Marcel memastikan dan langsung diangguki oleh Elmand. “ Kau benar! Perempuan itu adalah pemilik semua harta yang banyak itu. Jadi Papa rasa, saat ini kau tunda dulu saja perceraian kalian, lalu rebut harta itu dari tangan Mikaela sebelum dia mengembalikannya kepada Ares,” saran dari Elmand yang menghasut sang putra dengan sifat ketamakan. Marcel terdiam. Dia tahu, kalau semua itu sama sekali bukan haknya. Tetapi saat ini, Mikaela masih istrinya walau dia sudah menggugat wanita malang itu. Dan juga, dia tak yakin kalau Mikaela mau memenuhi permintaannya kalaupun dia berjanji ini dan itu. Wanita itu pasti takkan percaya sama sekali padanya. Tapi Marcel menyeringai karena memikirkan sesuatu. “ Pa, daripada mengemis pada Mikaela, lebih baik aku habisi saja b******n itu! Akan kubalas dia berkali –kali lipat daripada yang dia lakukan padaku di Boston. Setelah itu, akan aku ambil semua harta yang dia miliki yang kini adalah milik Kaela. Semua surat itu juga masih tertinggal di apartemen kami.” Marcel menyatakan rencananya. Mendengar itu, Elmand menyeringai dan langsung menepuk pundak putranya dengan bangga. “ Papa sudah salah menilai. Dulu Papa pikir, Papa yang salah karena mementingkan harta dan kekuasaan. Tapi kenyataannya, kau lihat sendiri kan Marcel? Semua orang lebih memilih harta dibanding cinta. Begitu juga dengan Mikaela yang mengkhianatimu demi mendapat semua harta milik Ares Pratama. Bahkan, aku dengar dia membebaskan Ares kan? Wanita itu pasti berpikir untuk langsung berpindah ke pelukan Ares setelah kalian resmi bercerai,” kata Elmand semakin membuat Marcel panas. Tapi memang, dia sama sekali tak menyangkal perkataan sang ayah, karena merasa hal itu benar. Memangnya, apa lagi alasan Mikaela sampai membebaskan Ares kalau bukan lari ke pelukan pria itu. Marcel mengepalkan tangannya sendiri betapa dia semakin membenci sosok Mikaela yang sangat mudah berpindah kepada pria lain dengan seenak hatinya. ‘ Akan kubunuh b******n itu dan lihat apa yang setelah itu bisa kau lakukan, Kaela.’ Marcel membatin kesal. Dia akan melakukan sebuah konspirasi yang tidak pernah diduga oleh siapapun. Dia, Marcel Arya Buana sudah jatuh ke dalam dunia penuh kegelapan dan kegilaan. Dia yang tak terima dengan semua yang terjadi hingga membalas dendam dengan cara yang sangat kejam. *** Ares memerhatikan kedua bayi yang sedang dia lihat dengan tatapan penuh kebahagiaan. Kini, dia berada di salah satu mansion miliknya di Jakarta untuk sementara. Kedua anaknya ini adalah suatu anugerah yang selalu dia syukuri setiap harinya. Memang, dia tidak bisa merawat keduanya sendiri. Dia langsung menyewa jasa pengasuh dan merawat anak – anaknya dengan sangat baik dan juga sehat. “ Haniel anak Daddy tertidur seperti malaikat. Apa Mikaela melihat betapa cantiknya wajah putriku ini?” gumamnya sambil mengayun pelan box bayi milik Haniel. Tak lama, suara tangisan terdengar dan dia langsung berbalik. “ Raphael ternyata lebih cengeng daripada yang Daddy duga. Sini sayang!” Ares langsung menggendong Raphael lalu keluar dari kamar para bayi dan memanggil pengasuh untuk mengawasi Haniel. Dia tidak mau terjadi apa – apa sedikit pun dan ingin memastikan kalau pengasuhnya berjaga dua puluh empat jam. “ Tuan, biar saya berikan s**u untuk Raphael yang sedang menangis,” kata sang pengasuh yang berusia sekitar empat puluh tahunan itu. “ Berikan saja padaku! Biar aku yang langsung memberinya pada Raphael.” Ares memerintah dan langsung diangguki oleh pengasuh itu. Ia pun memberi sebotol dodot bayi dengan s**u yang sudah dibuat oleh sang pengasuh kepada Ares. Terus saja dia memerhatikan pria muda yang berusaha sebisa mungkin merawat anak lelakinya yang sedang ingin minum itu. “ Tuan, tolong pastikan kalau dia sudah kenyang, dodotnya jangan dibiarkan ya. Nanti bayinya tersedak. Harusnya di usia yang masih sekecil ini, mereka mendapatkan ASI dari ibunya,” ujar sang pengasuh membuat Ares terdiam. “ Aku ada di sini. Mereka berdua membutuhkanku. Tapi kalau ibunya mau memedulikan mereka, aku tidak akan menutup jalan,” balas Ares lalu terus memerhatikan Raphael. Putra yang terlahir mirip dengannya itu kemudian sudah selesai dengan minumnya lalu tertidur. Ares menari dodotnya perlahan lalu mengecup wajah pulas Raphael. Dia pun memberi Raphael kepada sang pengasuh untuk dikembalikan ke box bayi. Setelahnya dia keluar sebentar untuk mengurus beberapa hal penting. Walau diam, sang pengasuh bisa melihat betapa Tuannya itu sangat menyayangi kedua anaknya. Dia hanya tak habis pikir, ke mana ibu dari si kembar yang harusnya masih bertanggung jawab penuh atas keduanya. Ares masuk ke ruang kerjanya dan memerhatikan arlojinya. Ini sudah lewat dua belas jam setelah dia menghubungi Helios semalam. Dia ingin menyelesaikan banyak dokumen yang harus dia tanda tangani dan selesaikan di sini sebelum kembali ke Boston. Tak lama, pintu ruang kerjanya diketuk dan dengan cepat dia memberi izin kepada Helios. “ Tuan, saya langsung ke sini ketika anda menelpon. Urusan mengenai penggantian nama baru saja selesai, tapi surat pemindahan kuasa dari pewaris Harold Simon belum selesai dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu lagi.” Helios menjelaskan segalanya. Sebelumya, ia tentu saja sudah tahu mengenai kebebasan Ares walau tak tahu alasan dari kebebasan Tuannya. “ Aku punya kabar baik untukmu, Helios! Kau tahu, kau sekarang sudah bisa disebut Paman Heli karena saat ini kau punya keponakan kembar!” kata Ares dengan wajah senang tapi malah membuat bawahannya itu terkejut. “ Maksudnya?” Demi apapun, Helios belum paham! “ Maksudnya, putramu Carl akan punya tema bermain, karena aku juga adalah seorang ayah. Mikaela melahirkan anakku dan menyerahkan keduanya ke tanganku. Dan ya, soal pewaris dari Harold aku sudah mengurusnya. Setelah ini, biar aku yang urus semuanya dan tugasmu aku ganti untuk mengurus semua yang ada di sini.” Ares menjelaskan dan Helios langsung terkejut bukan main. Dia tahu semua yang sudah terjadi di antara Ares dan Mikaela saat di Boston. Tapi hanya tak menyangka saja, Mikaela sudi melahirkan anak dari orang yang dia benci lalu mengakui semuanya? Sungguh tak masuk akal, tapi itulah yang terjadi. “ Tuan, akan banyak sekali hal perlu kita urus untuk semua ini.” Helios menambahkan dan Ares mengangguk paham. “ Aku tahu, Helios! Dan akan kuselesaikan satu per satu, hingga kedua anakku akan mendapatkan yang terbaik. Mereka akan hidup dengan semua harta warisan dariku. Keduanya takkan kekurangan sama sekali. Raphael akan menjadi pangeran dan Haniel akan jadi Tuan putrinya. Semua ini adalah untuk mereka,” kata Ares dengan begitu yakinnya. Helios hanya bisa mengangguk dan menunggu rencana berikutnya dari Ares.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN