Gia berdiri di depan cermin besar yang mampu memperlihatkan pantulan seluruh tubuhnya. Dengan sengaja dia mengangkat bajunya dan berdiri menyamping, ingin melihat pantulan perutnya lewat cermin. Senyumnya lebar sekali saat dia melihat kalau perutnya kini mulai memperlihatkan tanda kehamilan. Gia mengusap perutnya dengan gerakan pelan dan hati-hati. Rasanya dia sudah sangat tak sabar ingin segera merasakan tendangan sang buah hati di dalam perutnya. "Sudah terlihat kan?" Jeffan yang sejak tadi hanya duduk Memperhatikan kini mulai mendekati Gia. Dengan sengaja dia memeluk Gia dari arah belakang dan ikut menyentuh perut istrinya. "Sudah. Tapi tak akan terlihat oleh orang-orang karena aku tak terbiasa memakai baju ketat," ucap Gia. Ya, dia selalu memakai baju yang cukup longgar. Hingga ukur

