Katanya, gadis yang memiliki wajah natural akan lebih enak dipandang. Tidak terkena make up atau alat kecantikan lainnya. Bukankah itu hanya omong kosong dari manusia tidak berduit? Karena Sagara sendiri lebih menyukai saat melihat Athena berdandan. Bagaimana gadis itu menyisir rambutnya kemudian merapikannya sebagaimana kemauannya. Atau ketika tangannya dengan lihai mengoleskan krim putih pada wajah mulusnya. Seperti saat ini, saat tangan itu pelan-pelan memijat halus bagian wajah sampai lehernya. Kaca besar berada di depannya dengan berbagai make up yang disusun rapi di bagian mejanya. Saat dipanggil, Athena hanya akan berdeham kesal. Membuat Sagara justru semakin gencar mengganggunya. "Na, Na!" panggilan yang berulang dan terus-menerus. "Apaan sih, astaga?!" tanya Athena kesal. Ia m

