Ada luka yang memang sulit sekali sembuh. Hanya bisa ditutupi, tanpa sempat sadar bahwa hal itu mulai menutup hati. *** Sagara melewati gerbang rumahnya dengan cepat. Seperti biasa, saat mendekati jam pulangnya, gerbang depan akan selalu dibiarkan terbuka oleh Athena. Bedanya, kali ini tidak ada Athena yang menunggu di teras depan. Sagara tidak terlalu mempedulikan hal itu. Motornya ia parkirkan asal. Setelah melepaskan helm, matanya melirik ke arah mobil yang terparkir di luar gerbang. Kelihatan tidak asing, tapi ia tidak tahu milik siapa. Tidak mau ambil pusing, Sagara menarik kunci dan berjalan ke arah pintu. Belum sempat tangannya mencapai pintu tertutup itu, tiba-tiba pintu sudah terbuka lebih dulu. Seorang wanita keluar dari rumahnya. Berpakaian rapi dengan make up mahal yang mel

