Epilog

1675 Kata

Ruangan itu terlihat lengang. Angin berembus dari luar, membuat tirai putih itu berkobar-kobar. Di tengah ruangan, seorang gadis duduk sambil mengulas senyum tipis. Matanya menatap seseorang yang sedang berjalan lunglai ke arahnya. Wajahnya lesu, rambutnya acak-acakan, tatapannya kosong, dan baju yang dikenakannya berantakan. Mencubit sedikit bagian hatinya. Beberapa meter lagi sebelum cowok itu sampai di ranjang, tapi dia justru berhenti. Membentuk jarak yang cukup jauh untuk saling menyentuh. "Deketan lagi, Sagara..." pinta Athena lirih. Sagara menggeleng pelan. Ia mengangkat wajahnya. Memperlihatkan raut mengerikan yang tidak Athena suka. "Gue mohon..." Sagara mengalah. Ia mendekati Athena. Berhenti tepat di sisi ranjang. "Duduk, Gar," pinta Athena lagi. Sagara menggeleng lagi.

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN