"Jatuh cinta itu bikin bahagia, dan akan lebih bahagia lagi ketika perasaan itu berbalas." —Adam F. Rahadian— *** Adam memelankan laju larinya ketika mendekati studio Adara. Netra legamnya menangkap objek menarik yang berada di depan bangunan tiga lantai miliknya. Sembari menyugar rambut yang basah oleh keringat, lelaki bersetelan olahraga itu berjalan lambat-lambat menghampiri si objek berkepang dua. "Ngapain di sini?" Adam terkejut oleh nada bicaranya sendiri. Terdengar lebih dingin daripada yang dia maksudkan. Lebih terkejut lagi mendapati calon istrinya sepagi ini di sini. Si gadis keras kepala mendengak, terkesiap karena Adam tahu-tahu berdiri di depannya. Membuat ponsel dalam genggamannya nyaris meluncur jatuh. Cepat-cepat gadis itu bangkit dari posisi jongkok. "Mas Adam!" serun

