"Saya ingin membangun keluarga yang sakinah. Bersamamu." —Adam F. Rahadian— *** "Mas Adam udah yakin dengan semua ini?" Helaan napas lelaki beralis tebal itu berembus, menyatu dengan dinginnya udara malam. Cangkir dalam genggaman dia letakkan di sisi tubuhnya. Kemudian, dengan satu senyuman tipis dia menoleh, menatap hangat Reva untuk menenangkan gejolak resah yang terpancar di mata adiknya itu. Mereka sedang berada di taman belakang. Duduk berdua di atas gazebo sembari menikmati minuman hangat dan selaksa obrolan. Lalu pertanyaan itu tiba-tiba meluncur dari bibir mungil Reva. "Tidak ada lelaki yang benar-benar yakin 100% saat memutuskan untuk menikah. Mengingat, kami—kaum lelaki—akan melepas masa lajang yang penuh kebebasan. Jika itu yang ingin kamu tahu, Dek," jawab Adam, santai da

