"Kukira benang takdir kita hanya saling melintasi. Rupanya benang itu justru bertautan erat kini." —Zirena Nameera Ahmad— *** "I'm so happy for you, Dear." Sagita menyerahkan sebuket bunga mawar putih pada Zirena sebagai ucapan selamat atas hari Mappettuada gadis itu. Cairan bening tertahan di sudut matanya kala memeluk hangat si kesayangan. Bahagia sekaligus haru menyeruak mengisi dadanya. Zirena balas memeluk sahabatnya tak kalah erat. Tidak peduli baju bodo ataupun lipa' sabbenya akan mengusut. "Thank you udah buru-buru balik dari Bandung demi aku. Kamu memang sahabat terbaik yang pernah kumiliki bersama Indira." "Ikut peluk dong." Giliran Indira beranjak dari tempatnya duduk. Turut melingkarkan tangan pada kedua karibnya bak teletubbies tengah berpelukan. "Kita adalah sahabat terb

