Aku memarkirkan mobil di depan sebuah gedung berlantai lima. Sebuah gedung yang tak asing lagi karena terlalu sering aku datang kemari dulu kala. Seperginya dari restoran tempatku menghabiskan waktu bersama dengan Zanna, aku tak langsung pulang ke rumah. Ada hal lain yang harus kulakukan sekarang juga. Turun dari mobil, aku melenggang santai memasuki gedung yang tidak lain merupakan kantor tempat Raefal bekerja. Ya, aku mendatangi kantor Raefal untuk membicarakan hal yang serius dengannya. Terhitung sudah empat hari berlalu sejak kepergiannya dari rumah. Sejauh ini dia tak pernah menunjukan batang hidungnya di depanku, dengan kata lain tak pernah sekali pun dia pulang ke rumah. Meski hampir setiap waktu dia mengirimiku chat atau pesan suara. Beribu kata maaf sudah dia ucapkan dalam pes

